Surakarta — Badan Wakaf Indonesia (BWI) menghadiri Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-33 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta Tahun 2025 sebagai bagian dari penguatan sinergi pengembangan wakaf pendidikan tinggi. Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris BWI, H. Anas Nasikhin, M.Si., hadir mewakili Ketua BWI sebagai keynote speaker sekaligus meresmikan peluncuran Gerakan Wakaf Uang Dana Abadi Perguruan Tinggi UIN Raden Mas Said Surakarta melalui platform digital SatuWakaf.

Peringatan Dies Natalis ke-33 dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk menegaskan komitmen universitas dalam membangun kemandirian pembiayaan pendidikan melalui instrumen wakaf uang. Inisiatif dana abadi perguruan tinggi ini diproyeksikan sebagai sumber pembiayaan jangka panjang yang mendukung keberlanjutan program akademik, penguatan riset, serta perluasan akses pendidikan bagi mahasiswa.

Dalam keynote speech-nya, Sekretaris BWI menegaskan bahwa wakaf merupakan instrumen penting dalam pembangunan umat dan penguatan kemandirian pendidikan tinggi. Ia menyampaikan bahwa paradigma wakaf perlu diperluas dari praktik tradisional yang selama ini identik dengan 3M (masjid, madrasah, dan makam) menuju model endowment fund sebagaimana dipraktikkan oleh universitas-universitas besar di tingkat internasional.

“Wakaf uang dapat menjadi dana abadi yang dikelola secara profesional untuk menopang keberlanjutan institusi pendidikan. Banyak universitas dunia bertahan dan berkembang karena kekuatan endowment fund yang dikelola dengan tata kelola yang kuat dan transparan,” ujar Anas Nasikhin di hadapan civitas akademika UIN Raden Mas Said Surakarta.

Peluncuran Gerakan Wakaf Uang Dana Abadi Perguruan Tinggi secara resmi menandai dimulainya penghimpunan wakaf berbasis digital di lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta melalui platform SatuWakaf. Platform ini diperkenalkan sebagai sarana resmi yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pimpinan universitas, serta masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam wakaf pendidikan secara mudah dan terdokumentasi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengikuti praktik wakaf massal melalui aplikasi SatuWakaf. Mekanisme pelaporan secara realtime yang tersedia dalam platform tersebut dinilai meningkatkan transparansi dan akuntabilitas publik, sekaligus memperkuat kepercayaan sivitas universitas terhadap pengelolaan dana wakaf.

Pimpinan UIN Raden Mas Said Surakarta menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan BWI dalam penguatan kebijakan wakaf pendidikan di lingkungan kampus. Dukungan ini dinilai memperkuat posisi universitas sebagai salah satu pelopor pengembangan wakaf uang untuk pendidikan tinggi di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Berdasarkan pengamatan di lapangan, launching gerakan dana abadi wakaf ini menjadi langkah konkret dalam membangun kemandirian pembiayaan pendidikan. Antusiasme civitas akademika dari berbagai unsur mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga jajaran rektorat menunjukkan adanya dukungan institusional yang kuat terhadap agenda wakaf pendidikan.

Namun demikian, masih ditemukan bahwa sebagian peserta memandang wakaf dalam kerangka praktik tradisional 3M. Hal ini menunjukkan pentingnya edukasi berkelanjutan mengenai konsep wakaf uang sebagai endowment fund yang dapat mendukung keberlanjutan institusi, sebagaimana diterapkan di universitas internasional seperti Harvard, Oxford, dan Al-Azhar.

Dari sisi tata kelola, platform SatuWakaf dinilai relevan dalam mendukung digitalisasi penghimpunan wakaf di lingkungan kampus. Fitur pelaporan realtime memungkinkan pemantauan dana secara transparan, sehingga mendukung prinsip akuntabilitas publik dan penguatan kepercayaan pemangku kepentingan.

Sinergi antara BWI dan UIN Raden Mas Said Surakarta yang terbangun melalui kegiatan ini dipandang sebagai fondasi penting bagi pengembangan program kolaboratif ke depan, baik dalam aspek penghimpunan, pengelolaan, maupun pemanfaatan dana abadi wakaf secara profesional dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, BWI mendorong universitas untuk melakukan sosialisasi aktif penggunaan platform SatuWakaf melalui berbagai kanal akademik dan kegiatan kampus. Integrasi edukasi wakaf dalam kurikulum, seminar, serta program pengabdian kepada masyarakat dinilai penting untuk membangun budaya wakaf di lingkungan akademik secara sistematis.

Selain itu, perluasan jangkauan partisipasi wakaf melalui pelibatan alumni, mitra strategis, dan masyarakat sekitar kampus juga dipandang strategis untuk memperkuat basis dana abadi. Benchmarking terhadap praktik pengelolaan endowment fund di universitas internasional diharapkan dapat menjadi referensi dalam memperkuat tata kelola dana abadi wakaf di UIN Raden Mas Said Surakarta.

Dengan peluncuran gerakan wakaf uang dana abadi ini, UIN Raden Mas Said Surakarta menegaskan arah kebijakan menuju kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi pembiayaan berkelanjutan berbasis partisipasi publik. Inisiatif ini diharapkan menjadi bagian dari transformasi PTKI menuju kampus berdampak yang berkontribusi aktif dalam pembangunan sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.