Semarang – Dalam langkah strategis membangun karakter generasi muda, Badan Wakaf Indonesia (BWI) secara resmi meluncurkan program Wakaf Rohis Indonesia. Inisiatif ini sebagai sub-ekosistem baru dalam wakaf Pendidikan Agama Islam yang bertujuan untuk mengukuhkan karakter kerohanian siswa di seluruh penjuru negeri, pada Rabu (04/03/2026).
Peluncuran yang berlangsung di Semarang ini menegaskan bahwa untuk mewujudkan ketahanan ekonomi nasional, diperlukan aksi nyata yang digerakkan oleh seluruh organisasi Rohani Islam (Rohis) di sekolah. Melalui pengajaran Pendidikan Agama Islam yang terintegrasi dengan praktik wakaf, para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung terlibat dalam aksi sosial-ekonomi yang berdampak luas.
Para penggagas program meyakini bahwa pondasi utama dalam memajukan pendidikan adalah kesadaran moral, yang berawal dari rasa cinta terhadap diri sendiri (self love). Dengan meningkatkan value diri melalui kegiatan kognitif di bidang akademik serta aksi nyata di lapangan, diharapkan tercipta penguatan sistem pendidikan di Indonesia. Lebih dari itu, faktor spiritual dipandang sebagai metode ampuh untuk menggali dan meningkatkan potensi nilai yang ada dalam diri setiap siswa.
Prof. Kamaruddin, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Wakaf Indonesia, dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam. "Peningkatan kualitas pendidikan harus diawali dengan kesadaran cinta terhadap diri sendiri. Lewat kesadaran itu, para siswa diharapkan dapat memprioritaskan kebutuhan akan pengakuan nilai diri sebagai modal untuk meningkatkan kualitas pribadi," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan spiritual yang diajarkan di sekolah akan semakin terasa manfaatnya ketika dapat dipraktikkan di lingkungan sekitar. "Dengan mempraktikkannya, siswa tidak hanya belajar, tetapi juga dapat menularkan kebaikan kepada orang lain," tegas Prof. Kamaruddin.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kualitas pendidikan yang baik hanya dapat dicapai jika ada kemajuan sistem yang mendorong edukasi moral. Sistem tersebut harus mampu menumbuhkan rasa kebermanfaatan, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain, lingkungan, dan Tuhan Yang Maha Esa.
Dilaunchingnya Wakaf Rohis Indonesia diharapkan menjadi sebuah model baru yang memotori para siswa untuk terjun langsung dalam praktik wakaf. Dengan praktik wakaf di sekolah yang dimotori oleh Rohis diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta diri, orang lain, dan lingkungan.
Manfaat dari program ini nantinya akan disinergikan untuk berbagai kebutuhan vital pendidikan, seperti pengadaan fasilitas laboratorium, pelatihan peningkatan kompetensi guru, pengembangan perpustakaan digital, hingga penyediaan beasiswa bagi siswa yang membutuhkan.